Darah

17:00:00

Assalam,

Surat ini aku tujukan kepada adik-adikku..

Adik,
Aku tahu aku bukan kakak yang terbaik, banyak kurangnya aku dalam membimbing kalian, banyak kurangnya memberi.

Adik,
Saat ini, aku ingin kau sedar.. Sekeliling aku hanya menghentam aku. Dunia aku kelam, aku lupakan semua kesenangan dunia, keseronokkan remaja. Mungkin pada kau hidup aku indah, tapi dalaman aku remuk dikecam manusia

Adik,
Tidak perlu aku jelaskan apa salah ku apa salah kalian. Muhasabah diri itu perlu dari hati bukan dari paksaan.

Adik,
Ingatlah, ayah dan ibumu makin dimakan usia. Kalau engkau tidak keluar dari kepompong selesa aku takut kita tak bergelar keluarga. Biar susah hidup kita, biar penuh keringat di dada, biar hitam jalan kita.. Tapi berkat ibu dan ayah itu utama.

Adik,
Masih kalian ingat saat kita berada dikampung, hidup tak mewah tapi kita masih saling bertegur sapa. Masih hormat pada ibu bapa. Kita dipinggir keluarga. Saat itu darah muda ingin buktikan kepada mereka, kita juga punya maruah, punya masa depan.

Adik,
Sudah kering airmata aku bila mengenang sikap kalian, perit dan beban perjalananku hanya tuhan tahu. Sedang aku punya impian, aku masih paksikan pada kalian.

Adik,
Biar kalian anggap aku kedekut, biar kalian kata aku berkira.. Nawaitu hanya satu.. Aku mahu kalian hargai dengan usaha bukan meminta. Aku mahu kalian merasa pengorbanan ibu dan ayah, berkat dari tuhan. Berkat dari tuhan.

Adik,
Aku doakan kalian berjaya. Doa sesama keluarga biar kita jumpa di syurga. Aku tidak mohon banyak, cukuplah kalian menyenangkan ibu dan ayah. Bahagia mereka, bahagia lah aku.

Salam sayang dari bumi Germany!

You Might Also Like

0 readers

Subscribe